NYAMUK OH...
Banyak manusia yang lebih
mengejar dan selalu mengutamakan kehidupan di dunia hingga lalai
mempersiapkan kehidupan akhirat, meski tak jemu Allah
mengingatkan melalui firman-firman- NYA dalam al-Qur'an bahwa kehidupan
dunia hanyalah sementara dan hanya senda-gurau belaka ......
Banyak
orang yang diam-diam sangsikan (terselubung maupun
terang-terangan) adanya kehidupan akhirat, sehingga
tak jarang mereka asal-asalan dalam mempersiapkan diri menghimpun
bekal untuk kehidupan akhirat.....
Dalam surat
al-Baqarah Allah berfirman "Aku TIDAK MALU menciptakan NYAMUK sebagai
perumpamaan, bagi orang-orang yang berpikir.... ....etc"
namun tampaknya tak sedikit yang malas berpikir lebih dalam tentang
nyamuk dan kehidupannya (selain menyangkut malaria, DBD dan
.........obat nyamuk.....)
Mengapa
misalnya, tak banyak yang memikirkan bahwa kehidupan JENTIK-JENTIK
(calon nyamuk) sesungguhnya mirip dengan kehidupan MANUSIA di
dunia. JENTIK-JENTIK ditetaskan dari telur nyamuk di dalam AIR (mungkin
di genangan air kotor, dlm kaleng bekas, di comberan, dalam botol,
kolam dsb) seperti halnya manusia yang juga terlahir dari telur
diberbagai tempat yang berbeda-beda.
Bagi para
Jentik-jentik, mungkin wujud jentik-jentik saat itu itu dipandang
sebagai wujud final dirinya dan alam air adalah satu-satunya dunia
kehidupannya, sebagaimana anggapan sebagian manusia bahwa wujud jasad
dirinya dan kehidupan dunianya adalah satu-satunya alam kehidupannya.
Namun terhadap nyamuk, semua bisa melihat bahwa selang beberapa waktu setelah
hidup sebagai
jentik-jentik dalam air, akan tiba saatnya bagi mereka mengakhiri
hidup selaku jentik-jentik dengan DIAM dan TERBUJUR KAKU terbungkus
KEPOMPONG, seperti halnya manusia yang setelah ahir hidupnya
akan terbujur kaku dibungkus kafan di dalam kubur, tak
ubahnya kepompong, yang kelak akan bangkit untuk kehidupan akhirat.
Dalam
kehidupan Nyamuk, setelah alam "kepompong", mereka terbukti
bangkit untuk HIDUP DI UDARA - tidak lagi hidup di dalam air
sebagaimana jentik-jentik dalam wujud yang baru, yakni berwujud NYAMUK
dan menjalani KEHIDUPAN SESUNGGUHNYA bagi mahluk bernama NYAMUK.
Dari
siklus kehidupan NYAMUK tersebut, betapa mudah nalar kita menerima
eksistensi dan kesinambungan antara ALAM RAHIM, ALAM TELUR, ALAM DUNIA
(AIR bagi jentik-jentik) , ALAM PENANTIAN (periode Kepompong bagi
jentik-jentik/ nyamuk), dan KEHIDUPAN AKHIR bagi Sang NYAMUK, yakni
kehidupan di udara bebas.....!.
Betapa mudahnya pula
kita mendefinisikan bahwa masa kehidupan alam air bagi sang NYAMUK
(jentik-jentik) tiada lain hanyalah KEHIDUPAN ANTARA yang
bersifat SEMENTARA, karena kita tahu bahwa kehidupan
sesungguhnya selaku nyamuk diawali setelah mereka BANGKIT DARI
KEPOMPONG mengarungi alam udara beserta segala isinya...... ...
Melihat
hal tersebut, memperhatikan petunjuk yang diberikan Allah dalam surah
Al-Baqarah yang menunjuk nyamuk sebagai perumpamaan, masihkah kita
akan menganggap remeh atau bahkan menyangsikan keberadaan kehidupan
akhirat bagi umat manusia???
Subhanallah. ...!
Wassalam
(forumpembacanebula@yahoogroups.com)
Recent Comments